Header Ads

test

7 Perumpamaan Orang Mukmin


IPPM Baiturrohim~Alkhamdulillah setelah sekian lama tidak memposting artikel di blog ini akhirnya di bulan Maret saya bisa bersilaturahim lagi. Ada sedikit penyesalan memang, bulan Februari kemarin tidak satupun artikel yang saya posting, tetapi apalah daya semua sudah berlalu semoga kedepan saya bisa istiqomah lagi.

Sobat Muda Rahimahumulloh ada yang menarik ketika saya mendengarkan salah satu tausyiah Ustad ketika pengajian yaitu tentang perumpamaan orang Mukmin. Memang salah satu metode dakwah Nabi Muhammad Solallohu Alaihi Wasalam adalah dengan mengumpamakan.Tujuanya tidak lain adalah agar kita berfikir dan mempermudah meyerap apa yangdisampaikan.

Berikut ini beberapa perumpamaan Nabi Solallohu Alaihi Wasalam dalam hadist-hadistnya semoga kita bisa mengambil pelajaran.

1. Bagaikan Pohon :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ الزَّرْعِ لَا تَزَالُ الرِّيحُ تُفِيئُهُ، وَلَا يَزَالُ الْمُؤْمِنُ يُصِيبُهُ الْبَلَاء
“Perumpamaan seorang mukmin seperti tanaman, angin menerpanya ke kiri dan ke kanan. Seorang mukmin senantiasa mengalami cobaan. Sedangkan perumpamaan orang munafik seperti pohon yang kuat tidak pernah digoyangkan angin sampai ia ditebang.” (al-Hadits)

Seorang Mukmin dalam hidupnya akan senantiasa menghadapi cobaan, karena hakikat hidup adalah ujian. Ujian itulah yang akan menempa kita menjadi pribadi yang lebih baik dan tentunya sarana untuk mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Selama ia bersyabar dan bertawakal dalam menghadapinya.

2. Bagaikan Bangunan

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
“Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” [Shahih Muslim No.4684]

Bangunan itu terdiri dari komponen-komponen beda jenis akan tetapi karena kesamaan tujuan maka kompenen itu dipersatukan sehingga bisa membuat bagunan yang kokoh. Hendaknya pula antara kaum mukmin demikian walaupun berbeda latar belakang, keadaan dan kemampuan akan tetapi saling melengkapi dan saling menguatkan dalam kehidupan, bersatu atas dasar iman.

3. Bagaikan Tubuh

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

Bagian tubuh satu tidak akan pernah menyalahkan sebagian tubuh yang lain. Tangan tidak pernah menyalahkan kaki ketika tersandung, mulut tidak pernah meyalahkan gigi ketika sakit. Begitupun sebaliknya jika ada satu anggota tubuh yang berbahagia, bagian yang lain juga ikut merayakannya. Begitulah hendaknya seorang mukmin ketika saudaranya gembira, ia ikut gembira dan ketika ada saudaranya merasakan sakit ia pun akan merasakan sakit.

4. Bagaikan Cermin

الْمُؤْمِنُ مِرَآةُ أَخِيْهِ، إِذَا رَأَى فِيْهِ عَيْباً أَصْلَحَهُ
“Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Jika dia melihat suatu aib pada diri saudaranya, maka dia memperbaikinya.” [sanadnya Hasan].

Saudara mukmin kita itu seperti cermin yang bisa memberitahu keadaan kita,sudah baik apa belum jika belum maka kesempatan bagi  kita untuk memperbaiki. Maka hendaklah antar mukmin menjadi cermin satu bagi yang lain yang bisa memberitahu kesalahan (menasehati) tanpa pernah merasa tersakiti.

5. Bagaikan Lebah

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ مَثَلُ النِّحْلَةِ ، إِنْ أَكَلَتْ أَكَلَتْ طَيِّبًا ، وَإِنْ وَضَعَتْ وَضَعَتْ طَيِّبًا ، وَإِنْ وَقَعَتْ عَلَى عُودِ شَجَرٍ لَمْ تَكْسِرْهُ
“Perumpamaan seorang Mukmin seperti lebah, apabila ia makan maka ia akan memakan suatu yang baik. Dan jika ia mengeluarkan sesuatu, ia pun akan mengeluarkan sesuatu yang baik. Dan jika ia hinggap pada sebuah dahan untuk menghisap madu ia tidak mematahkannya.” (HR. Al-Baihaqi]

Mukmin hendaknya seperti lebah yang hanya mengambil sesuatu yang baik seperti ilmu, harta, makanan dan lainnya. Serta sesuatu yang dikeluarkan pun berupa kebaikan baik perkataan, harta atau ilmu dan dimanapun berada tidak pernah menimbulkan kerusakan. Mukmin itu manusia yang bermanfaat yang keberadaaanya senantiasa dinantikan.

6. Bagaikan Pohon Kurma

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ مَثَلُ النَّخْلَةِ , مَا أَخَذْتَ مِنْهَا مِنْ شَيْءٍ نَفَعَكَ.
Artinya: ” Perumpamaan seorang mukmin itu seperti pohon kurma, apapun yang engkau ambil darinya pasti bermamfaat bagimu.” (HR: Thobrani)

Filosofi buah kurma hampir sama dengan lebah yaitu hendaknya semua dari diri seorang mukmin itu bermanfaat. Baik itu perkataan, tindakan, harta dan segala yang ada pada dirinya semuanya berguna.

7. Bagaikan Emas

مَثَلَ الْمُؤْمِنِ مَثَلَ سَبِيْلَةِ الذَّهَبِ إِنَّ نَفَخَتْ عَلَيْهَا اَحَمَرَتْ وَإِنَّ وَزَنَتْ لَمْ تَنْقُصْ.
Artinya: “Perumpamaan seorang mukimin seperti lempengan emas, kalau engkau meniupkan (api) diatasnya ia menjadi merah, kalau engkau menimbangnya, tidaklah berkurang.” (HR. Baihaqi)

 Menjadi mukmin seumpama menjadi emas, kokoh, tidak luluh dan menyerah dengan keadaan. Ia kukuh berpijak di atas kebenaran, tidak melebur dan mengikuti arus begitu saja. Namun ia punya memiliki prinsip. Selain itu hendaknya pula kita menjadi pribadi seperti emas yang diletakan dimanapun selalu berharga di cari oleh banyak manusia.

Itulah beberapa perumpamaan-perumpamaan untuk orang Mukmin melalui lisan Muhammad Solallohu Alaihi Wasalam. Semoga bermanfaat. Wallohu'alam.

Daftar Pustaka:
 http://www.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2014/12/14/35062/tujuh-perumpamaan-orang-mukmin.html#.VQB3RSx0ZP4

No comments

Trimakasih Sudah Berkenan Berkomentar